Bristol City Center dan Aerospace Bristol
Hari Pertama Tiba di Bristol
20 Maret 2019
Perjalanan dari Edinburgh Waverley Station menuju Bristol Temple Meads Station ditempuh selama kurang lebih 6 jam 26 menit menggunakan kereta Cross Country dengan tujuan akhir kota Cardiff. Dari Bristol Temple Meads Station kami menggunakan taksi menuju Radisson Blu Hotel yang berada tepat di pusat kota Bristol. Sebetulnya bisa juga menggunakan bis menuju pusat kota. Kami tiba di hotel sekitar jam 4 petang. Setelah check in, kami kemudian mencari makan malam di sekitar hotel. Kami tidak melakukan riset terlebih dahulu apa yang akan kami lakukan di Bristol sehingga agenda di Bristol mengalir begitu saja sesuai dengan situasi dan kondisi. Agenda yang pasti adalah kami akan mengunjungi kota Bath dan Salisbury dari Bristol. Sebetulnya kami ingin melihat Clifton Suspension Bridge tetapi akhirnya tidak tersampaikan.
Sekitar jam 5 petang kami keluar hotel untuk menyusuri pusat kota dengan tujuan melihat kampus University of Bristol walau hanya dari salah satu sisinya saja--gedung asrama. Sepanjang jalan menuju ke sana, kami melewati Foster's Almshouses, Christmas Steps, dan Colston Hall. Foster's Almshouses adalah tempat tinggal untuk orang yang tidak mampu/tuna wisma. Terletak di Colston Street Bristol, pertama kali dibangun pada tahun 1492 atas permintaan dari John Foster. Sayap barat dibangun pada tahun 1861, sayap utara pada tahun 1872 dan sayap selatan serta timur dibangun pada tahun 1880-1883 oleh Foster dan Wood. Bangunan ini ditetapkan oleh English Heritage sebagai bangunan bersejarah gred 2. Christmas Steps merupakan jalan bersejarah di pusat kota Bristol. Pertama kali dibangun pada tahun 1669 oleh Jonathan Blackwell, pengusaha wine. Tangga-tangga yang dibangun pada tahun 1865 dan 1881 tercatat sebagai bangunan bersejarah gred 2. Dan saat ini sepanjang kiri kanannya terdapat pertokoan. Colston Hall adalah gedung konser yang berada di Colston Street dan juga tercatat sebagai bangunan bersejarah gred 2. Pertama kali dibuka sebagai gedung konser pada tahun 1867. Dimiliki oleh Bristol City Council dan dinamakan demikian mengikuti nama seorang anggota parlemen, Edward Colston. Kami pun melewati satu gedung yang unik, Hello Apartment, apartment pelajar kelas premium yang berada di antara Colston Street dan Host Street.
Banyak sekali pesepeda di sini. Mudah ditemui toko sepeda yang juga menawarkan jasa perbaikan sepeda di sepanjang Colston Street. Colston Street juga Christmas Steps ramai dilalui oleh mahasiswa yang akan menuju ke kampus University of Bristol. Kami pun berpapasan dengan beberapa orang mahasiswa asal Indonesia, terdengar dari bahasa yang mereka gunakan. Dengan banyaknya pesepeda, maka terdapat jalur khusus sepeda. Pejalan kaki pun mendahulukan pesepeda. Misalnya saat menyeberang jalan, tetap pesepeda yang didahulukan, pejalan kaki yang mengalah. Banyak pula kami jumpai tuna wisma di pusat kota ini. Bahkan salah satunya meminta makanan yang kami bawa. Kami makan malam di Pizza Hut dan pizza yang tidak habis kami makan, kami bawa pulang. Dengan kejadian itu cukup membuat kami tidak berani kembali ke hotel terlalu malam.
Banyak sekali pesepeda di sini. Mudah ditemui toko sepeda yang juga menawarkan jasa perbaikan sepeda di sepanjang Colston Street. Colston Street juga Christmas Steps ramai dilalui oleh mahasiswa yang akan menuju ke kampus University of Bristol. Kami pun berpapasan dengan beberapa orang mahasiswa asal Indonesia, terdengar dari bahasa yang mereka gunakan. Dengan banyaknya pesepeda, maka terdapat jalur khusus sepeda. Pejalan kaki pun mendahulukan pesepeda. Misalnya saat menyeberang jalan, tetap pesepeda yang didahulukan, pejalan kaki yang mengalah. Banyak pula kami jumpai tuna wisma di pusat kota ini. Bahkan salah satunya meminta makanan yang kami bawa. Kami makan malam di Pizza Hut dan pizza yang tidak habis kami makan, kami bawa pulang. Dengan kejadian itu cukup membuat kami tidak berani kembali ke hotel terlalu malam.
Malam itu setibanya di hotel, kami merencanakan akan ke mana selama di Bristol. Hari kedua jelas tujuannya ke Bath karena hanya 15 menit menggunakan kereta api. Hari ketiga, tujuannya ke Salisbury, melihat Stonehenge di Amesbury. Perkiraan total perjalanan dari berangkat, menuju Stonehenge dan Old Sarum kemudian kembali ke Bristol memakan waktu seharian. Hari keempat saatnya kami untuk melanjutkan ke destinasi selanjutnya, Liverpool. Waktu yang tersisa di Bristol hanyalah hari kedua sore ke malam hari setelah kami kembali dari Bath. Dan yang menarik perhatian kami hanyalah mengunjungi Aerospace Bristol. What a coincidence, pada 21 Maret 2019 malam ada acara memperingati 50 tahun Concorde. Pengalaman yang langka, walau anak-anak tidak begitu antusias, akhirnya kami memutuskan untuk ikut acara tersebut--membeli tiketnya secara online, walau harus pulang malam hari, memesan taksi terlebih dahulu untuk menghantarkan kami kembali ke hotel sejak siang harinya mengingat area di sekitar Aerospace Bristol jauh dari keramaian.
Hari Kedua Mengunjungi Aerospace Bristol
21 Maret 2019
Sesampainya dari Bath (cerita tentang Bath akan dituliskan dalam blogpost yang terpisah), kami melanjutkan perjalanan menuju Aerospace Bristol dengan taksi. Aerospace Bristol berada di Filton Patchway, sebelah utara Bristol. Perjalanan menuju ke sana sekitar 30 menit. Sesampainya di Aerospace Bristol, tidak seramai yang kami perkirakan. Kami tiba sekitar jam 2 sore dan langsung membeli tiket masuk ruang eksibisi di loket penjualan tiket. Tiket keluarga untuk 2 orang dewasa dan 2 orang anak seharga 48 pounsterling. Rupanya tiket masuk berlaku selama 1 tahun yang artinya cukup membayar satu kali untuk mendapatkan gratis tiket masuk tanpa batas selama setahun. Tiket ini pun sudah termasuk melihat Concorde yang ditempatkan di hangar terpisah dari ruang eksibisi utama dan dibuat secara khusus sebagai rumah bagi Concorde Alpha Foxtrot--yang kembali ke Bristol pada penerbangan terakhirnya di bulan November 2003 dan melintas di atas Clifton Suspension Bridge. Teman-teman bisa mengunjungi website Aerospace Bristol di sini untuk mendapatkan informasi yang lebih detil. Ditampilkan berbagai jenis trasnportasi. Ada mobil dan bis yang dibuat di Bristol dan tentu saja berbagai jenis pesawat terbang, helikopter, dan roket. Ruangan eksibisi ini diatur sesuai era tahun pembuatan sehingga pengunjung bisa merasakan evolusi teknologi lebih dari 100 tahun sampai saat ini. Aerospace Bristol ini mulai dibuka untuk umum pada 17 Oktober 2017. Berada di Filton Airfield di mana ruang eksibisi utama menempati hanggar Perang Dunia Ke-1 yang tercatat sebagai bangunan bersejarah gred 2. Memiliki koleksi lebih dari 8000 artefak. Di ruang eksibisi ini ditampilkan pesawat yang dibuat di Bristol seperti Concorde Alpha Foxtrot, Bristol Scout, Bristol Fighter dan Blenheim IV. Ruang eksibisi utama dibagi dalam 7 era sebagai berikut:
- Era 1 1903-1910
- Era 2 1914-1920
- Era 3 1920-1920
- Era 4 1935-1945
- Era 5 1945-1960
- Era 6 1960-1981
- Era 7 1982 -sekarang
Selain menampilkan pesawat, di beberapa area disediakan juga skrin yang menampilkan informasi mengenai mobil yang dibuat oleh Bristol Cars, proses desain manufakturing pesawat, pesawat tempur. Ada model interaktif yang menjelaskan bagaimana pesawat bisa terbang. Ada ruang simulasi kokpit. Ada replika pesawat British Airways, bisa merasakan di dalam kabinnya seperti apa.
Banyak kegiatan yang diadakan oleh Aerospace Bristol ini secara berkala yang tujuannya untuk lebih memperkenalkan dunia aerospace.
Selain ruang eksibisi, terdapat juga area penjualan souvenir dan kantin yang luas serta nyaman. Area eksibisi ini tutup jam 5 sore. Sedangkan acara memperingati 50 tahun Concorde diadakan jam 7 malam di hangar Concorde. Tiket masuk untuk mengikuti acara ini sebesar 15 poundsterling per orang. Kami terpaksa menunggu di luar area Aerospace Bristol dan kami disarankan menunggu di area terdekat sekitar 15 menit berjalan kaki. Kami akhirnya memutuskan menunggu di Costa Coffee. Costa Coffee menjadi salah satu tempat favorit kami selain Starbucks dan Pret-A-Manger selama kami di UK.
Sekitar jam 6.15 kami kembali ke Aerospace Bristol untuk mengikuti rangkaian acara 50 Tahun Concorde dengan tajuk "Concorde: A Supersonic Story--Film Screening and Q&A" yang berlangsung dari jam 6.30-9.30 malam. Menonton bersama film dokumentari BBC dan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dengan tamu spesial sebagai berikut :
- Kapten Concorde Richard Westray
- Ketua teknisi Concorde John Britton
- Kru kabin Concorde yang juga menjalani tugas dalam penerbangan terakhir Concorde, Neil Smith
- Produser film Alastair McKee
Bisa langsung bertatap muka dengan orang-orang hebat yang terlibat dalam Concorde merupakan pengalaman yang benar-benar berharga. Mendengarkan langsung kisah mereka tentang Concorde baik cerita dari para panelis juga dari peserta yang sebagian besar adalah penumpang Concorde, bisa melihat Concorde dari dekat, masuk ke dalamnya dan melihat langsung bagaimana kabin dan kokpit Concorde merupakan pengalaman visual yang sangat luar biasa yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Perlu diingat, pengunjung hanya diperbolehkan masuk dan melihat kokpit dan kabin Concorde tapi tidak boleh duduk di kursi-kursinya.
Setelah selesai acara, kami kembali mengontak sopir taksi yang akan menghantarkan kami kembali ke hotel. Sempat ada kekhawatiran karena ternyata sopir taksi tidak mengetahui lokasi Aerospace Bristol di mana. Kami pun hanya tahu kalau Aerospace Bristol berada di Filton. Akhirnya kami bisa mengirimkan share location ke sopirnya dan menunggu sedikit lebih lama karena sopir harus mencari lokasi kami.
Bagi kami, mengunjungi Aerospace Bristol menambah ilmu pengetahuan mengenai dunia aerospace. Tata letak yang menarik membuat anak-anak betah mengeksplor satu per satu apa yang ditampilkan di ruang eksibisi. Selama kurang lebih 2 jam mengitari ruang eksibisi, terasa belum puas. Memang sesuai yang disarankan, waktu untuk mengeksplorasi Aerospace Bristol ini minimal adalah 3 jam.
Hari Keempat Bristol-Liverpool
23 Maret 2019
Hari ketiga mengunjungi Salisbury akan dituliskan dalam blogpost yang terpisah. Hari keempat kami hanya sarapan pagi dengan menu mie gelas yang kami bawa untuk kemudian check out dari hotel dan menuju stasiun kereta untuk melanjutkan perjalanan menuju Liverpool. Rupanya tidak ada kereta api yang langsung menuju Liverpool akan tetapi kami harus berganti kereta. Ada beberapa pilihan dan saat itu jadwal yang terdekat dari ketibaan kami di stasiun adalah menggunakan Cross Country dengan tujuan akhir Edinburgh, turun di Birmingham New Street Station kemudian berganti kereta api dengan West Midlands Train yang menuju Liverpool Lime Street Station. Total perjalanan memakan waktu sekitar 3 jam 9 menit. Birmingham New Street Station ini termasuk stasiun kereta yang besar dan sangat sibuk. Ruang tunggunya menurut saya didesain seperti ruang tunggu bandar udara, sangat tertata dengan baik. Saat kami tiba di sana, sedang ada renovasi sehingga beberapa bagian tidak dapat digunakan. Toilet umum di bagian kedatangan tidak dapat digunakan sehingga kami harus keluar terlebih dahulu kemudian masuk ke sisi yang berlainan untuk ke toilet.
Teman-teman bisa melihat video kami selama di Bristol di sini atau klik tautan video di bawah.
Sampai jumpa di blogpost selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar
Silakan tinggalkan pesan Anda di sini ya. Pesan akan ditampilkan setelah melalui proses moderasi terlebih dahulu. Terima kasih sudah meninggalkan pesan di sini.